PERKEMBANGAN BUDIDAYA JAMUR DI INDONESIA
Prospek usaha jamur kayu di Indonesia cukup cerah karena kondisi alam dan ligkungan Indonesia sangat cocok untuk budidayanya, bahan baku untuk membuat substrat/log tanam jamur kayu cukup melimpah, bibit jamur unggul sudah tersedia, sehingga untuk memulai usaha dengan skala terbatas sangat memungkinkan. Tenaga terampilpun bisa tersedia dalam waktu relatif cepat. Pangsa pasar terbuka cukup luas bahkan sangat luas mulai dari skala lokal, nasional atau bahkan untuk pasar ekspor.
Beberapa jenis jamur yang berpotensi untuk dibudidayakan seperti jamur tiram ( Plourotus ustreatus ), jamur kuping ( Auricularia polytricha ), jamur shitake ( Lentinus edodes), bahkan untuk jamur yang khusus berkhasiat obat seperti jamur maitake atau jamur lingzhi (Ganoderma lucidum).
Perkembangan agribisnis jamur di Indonesia yang cukup pesat didukung beberapa alasan sebagai berikut :
1. Penggunaan lahan yang tidak terlalu luas. Misalnya untuk menghasilkan jamur tiram sebanyak 1 ton/hari dengan nilai jual rata-rata Rp 7500,-/kg hanya diperlukan lahan maksimal 1 ha.
2. Bahan baku untuk penanaman jamur umumnya dalam bentuk limbah seperti gergajian kayu, bekatul, koran bekas sehingga biaya produksi bisa ditekan.
3. Waktu tanam sejak penanaman bibit hingga panen terhitung cukup singkat, misalnya untuk jamur tiram putih membutuhkan waktu sekitar 30 hari.
4. Harga jamur yang cukup menggiurkan, misal untuk jamur tiram putih sekitar Rp 7500,-/kg
5. Jamur kayu umumnya mempunyai nilai gizi yang tinggi untuk kesehatan dan kebugaran. Contohnya, jamur shitake untuk penurunan gula dan kolesterol darah, pencegah tumor dan kanker. Jamur kuping untuk mencegah kehadiran racun pada makanan olahan, mencegah radang usus, radang tenggorokan, mencegah dan memusnahkan karsinogen, jamur linzhi sebagai anti kanker dan antikarsinogen.
Aspek budidaya jamur tiram putih
Persiapan Lokasi. Sebaiknya dipilih lokasi dengan persyaratan yang memadai. Dengan ketinggian tempat sekitar 400m – 700m dpl, kelembaban sekitar 70% - 90%, tersedia air bersih, akses jalan yang sepadan dan juga sarana listik yang memadai. Kemudahan mendapatkan bangunan dan jaminan keamanan hendaknya juga menjadikan salah satu pertimbangan. Letak tempat secara geografis juga perlu diperhitungkan sehingga berkaitan dengan pemasaran dan bahan baku tidak menjadikan permasalahan di kemudian hari.
Langkah-Langkah Membuat Media Tanam / Log
- Pesiapan Bahan
- Sebuk kayu
- Bekatul
- Kapur bangunan
- Kalsium karbonat
- Plastik PP 0.05x18x35
- Kapas sumbat atau koran bekas
- Plastik tutup
- Karet gelang
- Ring/cincin plastik
- Persiapan Peralatan
- Cangkul
- Sekop
- Ayakan
- Alat pemadat log
- Steamer
- Boiler dan kompor
- keranjang atau container
- R inokulasi atau pembibitan
- Alkohol 70%
- Spirtus
- Lampu spirtus/Bunsen
- Stik/penggaruk stenliss atau alumunium
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN MEDIA TANAM/LOG
- Persiapan bahan baku
Sebaiknya dipilih serbuk kayu dengan kwalitas, baik agregat ataupun jenis kayu. Serbuk kayu sekelas albasia sebaiknya dilapukkan sekitar 3 minggu.
- Pencampuran.
Sebelum dicampur serbuk sebaiknya diayak terlebih dahulu. Pencampuran bahan baku sebaiknya dilakukan dengan mixer supaya didapatkan campuran yang homogen atau manual menggunakan tangan bila tidak ada mixer. Adapun komposisi campuran log sebagai berikut:
a. serbuk kayu 100 kg
b. bekatul 15 %
c. CaCO3 0.5%
d. air 55 %
dan masih banyak macam komposisi yang lain.
- Pewadahan.
Media yang sudah di campur dikemas dalam kantong plastic PP 0.05x18x35 untuk kemudian dipadatkan, dipasang cincin dan diberi penutup.
- Sterilisasi.
Standarisasi steril untuk log jamur adalah temp 900 celcius selama 4 jam. Bahan bakar bisa menggunakan minyak tanah, solar, LPG, batu bara ataupun kayu. Alat sterilisasi bisa menggunakan ruangan, tangki minyak atau drum bekas.
- Pendinginan.
Log yang sudah disteril didinginkan selama sekitar 24 jam atau suhu log sudah sama seperti suhu ruangan.
- Inokulasi.
Pemberian bibit dilakukan di ruangan khusus/terisolasi dengan metode aseptis dengan bantuan alcohol 70% dan lampu spirtus
- Inkubasi.
Penumbuhan mycelium dilakukan di ruangan yang cenderung hangat dan gelap. Biasanya ditata di rak untuk menghemat tempat. Lamanya inkubasi adalah sekitar 3minggu.
- Penumbuhan.
Log ditata miring di rak pertumbuhan dengan aturan tertentu. Pada fase ini dilakukan penyiraman dengan maksud untuk menjaga kelembaban. Kelembaban yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur adalah 80% - 90%. Tata cahaya dan sirkulasi udara juga mendapat perhatian untuk mendukung pertumbuhan jamur.
- Panen dan Paska Panen.
Jamur tiram dipanen sekitar umur 5 hari semenjak tunas/pinning dengan diameter sekitar 10 cm. Tapi paling utama pedoman untuk waktu panen adalah jika ujung dari tudung jamur sudah mulai lurus dan tipis. Jarak dari panen ke panen berikutnya sekitar 2 sampai 3 minggu. Waktu panen bisa dilakukan pada pagi, siang ataupun sore hari. Tergantung dari permintaan pasar. Selain dijual dalam bentuk segar jamur tiram juga bisa mempunyai nilai lebih dengan dijual dalam bentuk olahan, misal : keripik, krispi, nugget, bakso, ataupun makanan olahan yang lain. Bahkan ada juga permintaan jamur tiram dalam bentuk kering.





ANALISA USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH
(untuk contoh analisa dengan kapasitas 10000 log)
- Modal tetap
- Sewa lahan dengan luas 200 m2 selama 5 tahun Rp 5.000.000.-
- Pembuatan kumbung pemeliharaan jamur dengan ukuran 7 x 16 m dengan konstruksi bambu, atap memakai asbes gelombang dengan biaya sekitar Rp 16.000.000,-
- Jadi biaya tetap Rp 21.000.000,- dengan umur bangunan kumbung sekitar 7 tahun. Masa efektif perawatan log per musim selama 4 bulan, jadi selama 7 tahun menampung log sebanyak 7 x 3 x 10000 = 210000. Dengan demikian bisa diartikan nilai penyusutan kumbung per log per musim adalah Rp 21.000.000,- : 210000 = Rp 100,-
- Modal kerja
- Pembelian 10000 log a Rp 1.800,- = Rp 18.000.000,-
- Biaya kerja pemeliharaan selama satu musim Rp 1.000.000,-. Atau sama dengan Rp 100,- / log
- Total modal yang dibutuhkan untuk setiap log media jamur
Rp 1800,- + Rp 100,- + Rp 100,- = Rp 2000,- atau
Sejumlah Rp 20.000.000,- per musim
Estimasi hasil panen per log per musim adalah 4 ons dan harga rata-rata Rp 7500,-/kg.
Jadi hasil panen total 10000 log selama 4 bulan adalah
0.4 x 10000 x 7500 = Rp 30.000.000,-
PERHITUNGAN LABA RUGI
Diperkirakan sebagai berikut :
Rp 30.000.000,- Rp 20.000.000,- = Rp 10.000.000,- (keuntungan)
Variabel penentu besar kecilnya hasil ditentukan beberapa hal ;
Kejelian dalam perawatan sangat menentukan jumlah hasil panen secara keseluruhan.
Menentukan bidikan pasar dan keuletan dalam menjaga harga merupakan salah satu penentu besar kecilnya perolehan pendapatan.
4. Apabila pembudi daya jamur tiram ada keinginan membuat log sendiri maka harga log bukan lagi Rp 1800,- melainkan berkisar Rp 1200,-
Besaran biaya produksi tergantung dari harga bahan dan tenaga kerja di wilayah produksi.
Untuk tahap awal produksi log jamur pengusaha harus menyediakan dana lebih untuk pengadaan peralatan dan sarana pendukung lainnya ( seperti tercantum di hal 2 di atas ). Untuk kapasitas produksi 1000 log jamur per hari dana yang harus disediakan sekitar Rp 100.000.000,- .
ANEKA RAGAM MASAKAN
DAN OLAHAN JAMUR TIRAM
1. pepes jamur
2. bothok jamur
3. sop jamur
4. gulai jamur
5. mie/nasi goreng jamur
6. soto jamur
7. sate jamur
8. jamur goreng krispy
9. nugget jamur
10. sozis jamur bakso jamur
11. keripik jamur dan banyak lagi aneka masakan jamur yang lain

Keripik jamur nugget jamur
Jamur goreng krispy
RESEP RESEP OLAHAN JAMUR TIRAM
1. Keripik jamur tiram
Bahan-bahan:
a. Jamur tiram segar 1 kg.
b. Tepung beras 0.5 kg
c. Tepung maizena 75 gram
d. Tepung kanji 100 gram
e. Bawang putih bubuk 1 sdm
f. Merica bubuk 1 sdm
g. Kaldu bubuk 9 gram
h. Garam secukupnya
i. Minyak goreng
Cara membuat
Jamur tiram disuir sesuai selera. jamur dicuci sampai bersih kemudian diperas. Jamur dimasukkan ke dalam campuran bahan-bahan tersebut di atas hingga rata. Masukkan ke penggorengan. Goreng dengan api kecil hingga warna kuning keemasan dan keras. Lalu angkat dan tiriskan. Lebih baik bila ada alat untuk penuntas minyak (spinner)
2. Jamur goreng krispy
Bahan-bahan:
a. Jamur tiram segar 1 kg
b. Tepung terigu 0.5 kg
c. Tepung tapioca 125 gram
d. Tepung maizena 100 gram
e. Bawang putih bubuk 1 sdm
f. Merica bubuk 1 sdm
g. kaldu bubuk 1 sdm
h. Penyedap rasa 1 sdt
i. garam secukupnya
j. Minyak goreng
Cara membuat:
Jamur tiram disuir sesuai selera. Jamur dicuci bersih kemudian diperas. Jamur dimasukkan ke dalam campuran bahan-bahan di atas hingga rata. Goreng dengan api sedang hingga matang. Angkat dan tiriskan. Sajikan selagi hangat. Untuk pelengkap, sajikan bersama dengan saus lombok atau tomat.
BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH









BY
AGRONUSA MUSHROOM - BATU
www.agronusamushroom.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar